![]() |
| E-Bike 1000 Watt 60 Volt Made By Bloger Malas |
Siapa bilang motor 2-tak lawas cuma bisa jadi rongsokan atau polusi? Ya, Suzuki Tornado...
Kali ini Bloger Malas sedikit bercerita tentang saat diminta untuk memanfaatkan rongsokan yang sudah lama menjadi penghuni gudang. Mengubah motor bebek legendaris Suzuki Tornado menjadi kendaraan listrik!
Proyek DIY (Do It Yourself) konversi motor listrik (EV Conversion) ini saya kerjakan sekitar 3 tahun lalu dengan Motor BLDC 1000 Watt 60 Volt.
1. Jantung Pacu dan Manajemen Daya
Banyak yang bertanya, pakai baterai apa? Saya menggunakan Baterai lithium 18650 3000 mAh Escad dengan konfigurasi 16S 4P, menghasilkan tegangan kerja 60 Volt.
Mungkin bagi sebagian orang, merakit baterai pack harus pakai mesin spot welding. Tapi di proyek ini, saya membuktikan bahwa dengan solder manual pun bisa, asalkan tekniknya benar. Kuncinya ada pada pemilihan timah yang bagus dan pengaturan panas solder agar tidak merusak baterai.
BMS (Battery Management System), Saya wajib memasang BMS untuk menjaga arus pengisian (charging) dan pemakaian (discharging) tetap seimbang. Ini adalah fitur keamanan agar baterai tidak overheat atau meledak.
![]() |
| Perakitan dan pemasangan baterai pada holder |
![]() |
| Pemasangan BMS dan cek tegangan |
2. Struktur Rangka dan Bodi Kustom
Rangka utama tetap menggunakan rangka Suzuki Tornado yang telah saya modifikasi. Dudukan Controller dan Baterai Pack menggunakan plat baja 8mm yang dilas kokoh sebagai pengganti dudukan mesin standar dan sebagai pelindungnya saya buatkan cover dari serat fiber.
3. Penempatan Controller dan Baterai
Saya harus teliti mencari posisi controller. Kenapa? Karena controller ini jantung elektrik yang cepat panas, jadi posisinya harus dapet aliran udara tapi tidak gampang kena air, debu atau lumpur. Begitu juga baterai pack-nya, penempatannya harus pas di tengah rangka biar motor tidak berat sebelah.
![]() |
| Cari posisi yang pas untuk Controler dan Baterai sebelum dibuatkan Cover |
4. Kaki-Kaki dan Sistem Pengereman
Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga stabilitas dan kenyamanan motor dengan beban baterai yang baru.
- Suspensi: Bagian depan menggunakan shock Suzuki Tornado yang saya kawinkan dengan punya Suzuki Satria, sedangkan bagian belakang menggunakan shock Suzuki Shogun.
- Velg dan Ban: Menggunakan milik Suzuki Shogun (depan belakang).
- Pengereman: Depan menggunakan sistem cakram Suzuki Shogun dengan master rem Yamaha Mio dan selang rem variasi 90cm serta piringan variasi. Bagian belakang menggunakan set cakram universal sepeda.
5. Estetika dan Detail Aksesori
- Kemudi: Menggunakan stang Ninja yang dipotong 3cm pada tiap sisinya untuk mengejar tampilan ramping.
- Penerangan: Lampu depan LED variasi, lampu sein LED pada stang, serta lampu rem belakang kustom hand-made yang tersembunyi di bawah moncong belakang yang di tanam pada akrilik putih susu.
- Kenyamanan: Jok menggunakan model Honda C70 Vispot yang dipadukan dengan sandaran kustom variasi Honda Vario.
- Spakbor: Depan menggunakan milik Honda Win dan spakbor belakang Honda CB Jumbo.
6. Hasil Akhir
Membangun motor listrik konversi bukan cuma soal teknis. Bagi saya, momen paling berharga adalah saat melihat "kepuasan di wajah teman saya" ketika motor ini akhirnya siap jalan. Dokumentasi 3 tahun lalu ini mengingatkan saya bahwa kreativitas dan ketelitian tidak akan pernah mengkhianati hasil.
Tonton video hasil ahirnya disini: https://www.youtube.com/watch?v=-33fSG4NtQM
Ok, terimakasih telah meluangkan waktunya singgah disini sobat Bloger Malas, tetap semangat, dan jangan biarkan kopimu dingin... 😂




